Affordable Shopping Cart Software and Network Management Systems by Maxxfusion – Website design - hosting - maintenanceWeb Directory - a great family friendly directory offering full web services. Semua yang Ku tahu...: April 2008

19 April 2008

Kontes Anthurium ? Siapa Takut...

Memenangkan kontes Anthurium atau tanaman hias lainnya tentu memberikan kebanggaan tersendiri buat kita. Hasil optimal bisa diraih dengan persiapan yang matang dan harus dilakukan dengan kesabaran ekstra. Secara umum, penilaian Anthurium meliputi TEKSTUR dan BENTUK Daun, KESEHATAN Tanaman yang bersangkutan, dan kesan pertama dari Anthurium. Ini dia beberapa tips untuk Anda :

Calon JUARA harus dipersiapkan minimal sebulan sebelum kontes dilaksanakan. Yang perlu dilakukan adalah mengganti media tanam sebulan sebelum kontes.

Letakkan tanaman di tempat yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya (perhatikan kebutuhan akan suhu, cahaya, kelembaban dan sirkulasi udara)

Semprotkan hormon pemacu pertumbuhan selama sebulan (misalnya Super thrive, Vitamin B1, Novelgrow,.. dll). Semprotkan zat tersebut secara merata dan bergantian ke seluruh permukaan daun setiap 3 hari sekali (dosis : 1 ml/10 liter air).

Siramlah tanaman sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore). Sebaiknya dilakukan antara jam 8 pagi dan jam 5 sore.

Lakukan pemutaran arah pot agar setiap daunnya mendapat sinar matahari secara proporsional.

Lakukan kontrol terhadap tanaman setiap hari untuk memastikan bahwa tanaman tersebut aman dari serangan hama dan penyakit.

Bersihkan permukaan daun agar terlihat mengkilap dengan cara menyemprotkan air setiap hari atau bisa juga menggunakan busa.
Jaga agar kondisi tanaman dan daunnya tetap bersih, mulus dan segar.

Bawalah tanaman dengan hati-hati,...dan Anda siap memenangi kontes.
Referensi : Penebar Swadaya

(sekedar contoh Sang Juara nih...)


Mengirim Anthurium ke luar kota ?

Anda punya pelanggan Anthurium di luar kota? Gimana sih cara pengemasannya supaya aman dan selamat sampai tujuan? Nah,..berikut ini ada beberapa tips yang bisa berguna untuk Anda.

Siapkan tanaman yang akan dikemas (ini pasti,..kalo nggak,..mau ngirim apa coba.he.he :-)

Keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati dan bersihkan akar dari media tanam.
Celupkan akar ke dalam larutan B1 dengan konsentrasi 2 ml/1 liter air, lalu angin-anginkan selama ± 1 menit agar akar tersebut kering.

Balutkan tisu pada akar untuk menjaga kelembaban. Kemudian bungkuslah akar dengan plastik transparan.

Satukan daun ke atas, lalu bungkuslah daun tersebut dengan kertas koran.

Tempelkan selotip pada gulungan kertas koran agar bungkusan tak mudah lepas.

Susunlah tanaman di kardus dan tanaman SIAP untuk dikirim.
Nah, mudah bukan. Saya yakin konsumen Anda pun akan senang menerima kiriman Anda.
referensi : Penebar Swadaya

14 April 2008

Tips Memilih Anthurium

Sehat. Tandanya adalah berdaun hijau cerah dan segar. Ukuran tanaman sesuai dengan umur. Batangnya kokoh dan bebas dari penyakit. Anthurium yang baik memiliki daun tebal, kaku, mulus dan hijau segar. Tanda tanaman sehat lainnya adalah semakin ke atas, ukuran daun semakin lebar.

Bersih. Daun atau pun batangnya bebas debu atau kotoran.
Pertumbuhan Normal. Cirinya: akar tidak menyembul ke permukaan media atau menjulur melalui lubang di dasar pot.

Subur. Selain dilihat dari daunnya yang rimbun, tanaman subur juga ditandai dari munculnya tunas muda.
referensi : Penebar Swadaya

Kiat Membeli Anthurium

Nah,..ini dia persoalan yang biasanya paling rumit. Apalagi jika kita belum terlalu paham tentang tanaman hias, alias PEMULA. Terlebih lagi, begitu banyak jenis Anthurium yang akan kita temui di pasaran yang mungkin akan berbeda dari apa yang dipelajari dari buku/teori. Terkadang para pedagang seenaknya sendiri memberikan nama jenis kepada dagangannya hanya berdasarkan penampilan fisiknya saja. Jadi,..WASPADAlah,..WASPADAlah..

Bekali diri kita dengan informasi tentang dunia tanaman hias. Kita bisa membeli majalah,tabloid atau koran yang membahas Anthurium atau jenis lainnya. Banyak nurseri atau petani tanaman hias yang mengiklankan usahanya di media cetak,...dan Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Jika kita sudah melihat langsung nurseri pilihan kita, tentu kita bisa memperkirakan kredibilitas pemilik/pedagang yang bersangkutan. Bagaimana kebersihan tempatnya,.. bagaimana kondisi dagangannya,.. dan lainnya. Pedagang yang berpengalaman tentu bisa menjelaskan secara gamblang tentang jenis,...perawatan maupun pemanenan anthurium yang ia jual. Berhati-hatilah jika Anda membeli di pinggir jalan. Apalagi jika jenis yang di jual berupa anakan atau bibit Anthurium. Banyak sekali konsumen yang tertipu. Jika si pedagang menawarkan Anthurium Jenmanii atau jenis-jenis yang super (misalnya Cobra, Supernova, King Cobra,..dan lainnya),..HARAP WASPADA dan JANGAN Mudah TERGIUR. Banyak konsumen yang membeli anakan dari jenis yang disebutkan sebagai Cobra, namun dalam pertumbuhannya malah bukan Anthurium sama sekali. Padahal dia harus mengeluarkan dana Rp 200 ribu per bibitnya (ini benar-benar nyata guys,..based on true story deh..)

Agar tidak bingung saat akan memilih, sebaiknya kita tentukan terlebih dahulu pilihan kita sebelum tiba di nurseri. Karena akan sangat banyak jenis yang begitu indah dipandang dan menggiurkan,... nah, ini akan membingungkan kita,..kecuali jika biaya tak jadi masalah,..itu lain lagi persoalannya. Karena biasanya, harga jual anthurium cukup bagus dan stabil..sehingga banyak orang yang tergiur untuk terjun di bisnis ini.

Selain faktor jenisnya,..perhatikan juga faktor umur tanaman. Anthurium termasuk jenis yang lambat pertumbuhannya. Untuk memunculkan selembar daun, tanaman ini butuh waktu ± 2 bulan. Oleh karena itu jangan heran jika tanaman dewasa hanya memiliki beberapa daun. Membeli bibit memang murah, tapi akan butuh ketelatenan untuk merawatnya karena daya adaptasinya masih rendah. Lain halnya jika kita membeli tanaman yang umur sedang atau dewasa (tanaman jadi). Umumnya tanaman itu sudah bagus, kuat dan mampu beradaptasi dengan baik. Namun tetap memerlukan perawatan rutin agar tak mengurangi kualitasnya.
Jadi, sudah siapkah Anda berbelanja?

12 April 2008

Tahapan Menyemai Biji Anthurium

Siapkan wadah penyemaian dan media tanam. Media tanam bisa berupa pakis dan kompos dengan perbandingan 2:1. Tancapkan biji pada media tanam, lalu tutup lagi dengan media tanam (nutupnya jangan terlalu banyak ya)


Letakkan wadah tersebut di tempat teduh dan aman. Lakukan penyiraman setiap hari dengan dosis yang cukup. Tunas muda akan muncul dalam 2-3 minggu.

Setelah muncul 3-5 daun, kita bisa memindahkannya ke dalam pot tersendiri (hati-hati melakukannya,...karena biasanya masih sangat rentan atau mudah patah)

11 April 2008

Menyemai Biji Anthurium

Biji Anthurium diperoleh dari perkawinan antara serbuk sari dan putik. Proses ini bisa dilakukan dengan bantuan angin dan serangga. Namun, saat ini proses perkawinan sudah sering dilakukan dengan bantuan tangan manusia..(ingat ya,..manusia,..bukan yang lain.. ). Bahkan perkawinan silang (hibridisasi) juga semakin marak dilakukan petani anthurium. Tujuannya tentu saja untuk menghasilkan jenis baru yang lebih bagus.

Anthurium akan berbunga bila sudah cukup umur/dewasa (umur 2 – 2,5 tahun). Tanaman ini termasuk jenis BERUMAH SATU. Artinya, dalam satu bunga terdapat serbuk sari (jantan) dan putik (betina). Para petani anthurium biasanya mengatakannya dengan TONGKOL. Jika tanaman ini telah berTONGKOL, berarti ia sudah hampir mendekati masa perkawinan. Umumnya kematangan bunga jantan dan betina tidak terjadi secara bersamaan. Kondisi inilah yang memudahkan proses persilangan (perkawinan beda spesies/induk tanaman).

Ciri serbuk sari yang matang adalah berwarna kuning dan mudah rontok. Sementara putik yang matang ditandai dengan adanya lapisan lendir di permukaan tongkol tersebut. Lendir inilah yang disebut nektar atau madu.

Penyerbukan dapat dilakukan dengan mengusapkan atau menggosokkan jari dari ujung hingga pangkal tongkol (langkah pertama : usapkan kuas/jari kita ke serbuk sari ; kedua : setelah serbuk sari tersebut menempel di jari, baru kemudian usapkan pada tongkol yang berlendir dari ujung hingga pangkal tongkol secara merata). Cara yang efektif menurut para petani adalah dengan menggunakan tangan/jari kita sebagai media daripada menggunakan kuas atau kapas. Karena serbuk sari itu sangat mungkin untuk menempel di serabut kuas. Sebaiknya penyerbukan dilakukan tiga kali sehari dan dapat diulang selama seminggu. Waktu penyerbukan yang ideal sebaiknya jam 9 pagi sampai 12 siang. Namun hal ini juga tidak mengikat. Ada beberapa petani yang melakukan penyerbukan jam 6 pagi, dan tidak ada masalah sampai sekarang. Jadi terserah kepada Anda, karena kita bisa memilih beberapa alternatif yang ada sesuai dengan kebutuhan.

Ciri penyerbukan yang berhasil adalah tongkol terlihat gemuk dan muncul bintil-bintil kecil di sekujur tongkol (muncul bakal buah yang berisi biji). Penyerbukan yang gagal terjadi karena tanaman kurang pasokan air sehingga tongkol akan layu dan kering.

Dalam sekali perkawinan, bisa dihasilkan 200 – 1000 biji. Jumlah tersebut tergantung dari tingkat kematangan buah dan frekuensi penyerbukan. Buah yang sudah matang dipetik dan diambil bijinya. Caranya adalah dengan memencet daging buah yang merupakan lapisan luar penutup biji. Sebaiknya biji langsung disemaikan ke media tanam untuk mempercepat perkecambahan. Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan styrofoam, tray, atau bekas air minum kemasan. Jarak tanam sebaiknya 2 cm x 2 cm.

Berikut ini adalah contoh gambar tongkol dan buah yang sudah masak.


ini adalah tongkol yang mulai mekar (selundang/penutupnya mulai terbuka)









Nah,..ini adalah penyerbukan yang berhasil. Telah muncul bintil-bintil kecil dan jika hampir masak maka akan berwarna merah.








Jika sudah dalam kondisi ini, Anda bersiap untuk memanen biji.











Cara Menanam Anthurium Daun

Pertumbuhan Anthurium yang optimal dimulai dari cara menanam yang benar. Hal ini memberikan jaminan lebih besar agar tanaman tumbuh sehat, memiliki akar yang kuat dan berdaun lebih segar. Berikut ini adalah beberapa tahapan menanam Anthurium di pot untuk bibit hasil semai atau bibit yang kita beli dari nurseri (..tapi sayang nih, belum ada gambarnya,..agak susah nyarinya.Silakan dibayangkan aja ya..) :-)
  1. Sesuaikan ukuran pot dengan ukuran tanaman. Ini pasti dong,..kan aneh bin serakah alias maruk kalau kita tanam bibit yang masih kecil di pot berdiameter 1 m..Pastikan bahwa pot yang akan digunakan BERSIH dan berLUBANG (lubang ini untuk keperluan drainase pot)...dan ingat,..JANGAN BELI BAJAKAN..he.he..
  2. Anda bisa mengunakan styrofoam sebagai dasar pot ± 1/5 – 1/4 tinggi pot. Bahan ini berfungsi untuk mencegah air menggenang di dasar pot. Namun beberapa petani tidak terlalu menganjurkan penggunaan styrofoam ini. Alasannya,..jika styrofoam yang digunakan, bagian dasar pot justru menjadi ‘markas’ semut. Oleh karena itu, ada yang menganjurkan penggunaan PAKIS yang KASAR sebagai ganti styrofoam tersebut. Berdasarkan pengalaman saya pun memang benar seperti itu. Penggunaan styrofoam malah terkadang mengganggu perakaran karena semut yang ikut nebeng di dasar pot. Tapi semua tetap kembali kepada Anda untuk memutuskan mana yang terbaik. Setidaknya orang lain telah membuktikannya bukan?
  3. Masukkan formula media tanam yang telah kita buat sebelumnya kira-kira separuh pot.
  4. Masukkan tanaman yang akarnya sudah dibersihkan ke dalam pot dengan posisi tegak. Ingat ya,..jangan miring dan usahakan berada di tempat yang proporsional (kalau bisa pas di tengah pot, itu lebih baik). Pastikan akar tidak saling menumpuk.
  5. Isi sisa ruang kosong dengan media tanam hingga penuh.
  6. Jika sudah selesai, kita bisa menyiramnya hingga pot berada dalam keadaan JENUH, lalu tempatkan di tempat yang teduh.

OK guys,...seperti itulah kira-kira tahapan penanamannya. Harus diingat juga bahwa mungkin bagi setiap orang akan memiliki cara yang tidak sama, tapi sebagian besar memang seperti itu. Jadi silakan pilih yang terbaik untuk Anda.

09 April 2008

Beberapa Contoh Anthurium

Ada beberapa gambar yang saya tampilkan di bawah ini :


ini adalah Anthurium Jenmanii Sisik Ular. Sori, saya nggak tahu mengenai penamaannya. Sepertinya didasarkan pada penampilan daunnya.





Kemudian di bawah ini ada Anthurium Superbum.Daunnya tebal dan kaku, tumbuh tegak. Sementara di sampingnya adalah contoh Anthurium Hookerii.













Anthurium Jenmanii Sawi
Ini adalah contoh bakal biji/buah yang mulai matang

Media Tanam Anthurium

Anthurium membutuhkan media yang lembap namun tidak becek/tergenang (media yang digunakan harus porus) dan memiliki drainase yang baik. Beberapa media tanam yang dapat digunakan adalah sekam bakar, serbuk kelapa, dan PAKIS. Untuk menambah hara, dapat juga ditambahkan unsur kompos, pupuk kandang, humus atau pasir. Formulasi/komposisi media tanam tersebut bervariasi tergantung pengalaman masing-masing maupun kondisi iklim daerah yang bersangkutan (berkaitan dengan kelembapan dan ketinggian tempat penanaman). Misalnya, di daerah yang dingin, kita bisa gunakan media yang sangat porus agar air lebih mudah keluar. Namun untuk daerah panas, kita gunakan media tanam yang mampu menahan air/kelembapan lebih lama. Untuk mengolah media tanam sebaiknya gunakan alat-alat yang STERIL. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita merendam terlebih dahulu peralatan dan media tanam dengan fungisida untuk mencegah munculnya cendawan.

Sifat Anthurium Daun

SIFAT Anthurium Daun
Anthurium merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan perawatannya tergolong mudah. Toleransi tanaman ini terhadap lingkungan baru juga cukup baik.Anthurium dapat tumbuh di ketinggian 0 – 1000 m dpl. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar pertumbuhannya optimal, yaitu CAHAYA, SUHU, KELEMBAPAN, dan Sirkulasi UDARA.

CAHAYA
Sebelum menjadi tanaman hias INDOOR, Anthurium tumbuh subur di bawah pepohonan. Ini artinya mereka membutuhkan sinar matahari yang minim, hanya sekitar 25 % saja, atau maksimal 35 % untuk jenis tertentu. Jika melebihi batas tersebut, biasanya daun akan keriting (..tak jarang yang jadi kribo,..he.he..) dan dapat terbakar.
Anthurium Gelombang Cinta termasuk salah satu yang tahan terhadap sinar matahari sebesar maksimal 35 %. Untuk mengurangi intensitas cahaya matahari, Anda bisa memasang net atau jaring dengan kerapatan 75 % di tempat penanaman Anthurium.

SUHU
Anthurium membutuhkan suhu optimal sekitar 14 o – 28 o C. Jika suhu terlalu ekstrem (terlalu tinggi atau terlalu rendah ), warna daun akan pucat dan pudar.

KELEMBAPAN
Kelembapan yang ideal adalah 80 % - 90 %. Jika kondisinya terlalu kering, tanaman akan berwarna kuning dan keriput. Sebaliknya jika terlalu lembap, akan muncul banyak cendawan dan berbagai penyakit lainnya.

Sirkulasi UDARA
Tanaman apa pun, termasuk Anthurium, membutuhkan sirkulasi udara yang baik dalam pertumbuhannya. Lingkungan dengan sirkulasi yang baik akan membuat tanaman tumbuh lebih subur dan cepat. Untuk membantu kelancaran sirkulasi udara kita bisa menggunakan kipas angin.

Ragam ANTHURIUM - part 2 -

berikut ini adalah lanjutannya :

Anthurium Turgo
Anthurium Curly
Anthurium Hookerii
Anthurium Wave of Love
Anthurium Superbum
Anthurium Keris
Anthurium Corong
Anthurium Bintang Kejora
Anthurium Garuda
Anthurium Kuku Bima
Anthurium Butterfly
Anthurium Sweet Love
Anthurium Black Selvet
Anthurium Golok
Anthurium Badak
Anthurium Sweeta
Anthurium Burgundi
Anthurium Black Beauty
Anthurium Sirih
Anthurium Reflexinervium
Anthurium Black Sword
Anthurium Star Buck
Anthurium Jeruk
Anthurium Ratu Sirkit
Anthurium Superboy
Anthurium Twister
Anthurium Black Eagle
Anthurium Jenmanii Kulit Jeruk
Anthurium Supernova

Nah,..banyak kan jenisnya,..padahal pada kondisi sesungguhnya akan banyak sekali jenis yang terus bertambah dan bervariasi. Hasil generasi baru/varian baru biasanya merupakan hasil persilangan antara dua indukan Anthurium yang berbeda. Misalnya biji Anthurium Mangkuk dikawinkan dengan Anthurium Golden maka akan muncul varian baru dan memiliki nama yang berbeda pula.
Untuk masalah nama jenis dari Anthurium ini biasanya sering membingungkan banyak konsumen, terutama bagi para “pemain baru” dalam bisnis Anthurium. Seringkali pemberian nama ini bahkan tergantung pemilik tanaman itu sendiri yang didasarkan pada penampilan fisik tanaman. Jadi lebih baik Anda waspada jika ingin membeli tanaman Anthurium apalagi jika masih berkategori BIBIT atau anakan Anthurium.

Ragam ANTHURIUM - part 1 -

Banyak orang yang penasaran dengan sosok Anthurium daun...terlebih bila kita membicarakan nilai jualnya yang aduhai...amboooiii,...meski tidak tren pun berbisnis Anthurium tetaplah sebuah prospek yang menggiurkan. Jenis Anthurium Cobra merupakan jenis yang biasanya menjadi barang supermewah di kelas Anthurium, apalagi jika telah memiliki tongkol atau menjadi induk, harganya bisa menyentuh Rp 500 juta. Hmmm,..sungguh tak masuk akal,..tapi itulah yang terjadi guys..market is always right..

Berikut ini adalah beberapa jenis Anthurium yang saya ketahui, karena mungkin pada realitanya akan banyak jenis yang bisa kita jumpai dan sangat bervariasi.

Anthurium Jenmanii
Anthurium Cobra
Anthurium Sayur
Anthurium Jaipong
Anthurium Golden
Anthurium Compacta
Anthurium Mangkuk
Anthurium Kol
Anthurium Tanduk
Anthurium Centong
Anthurium Mawar
Anthurium Pagoda
Anthurium Sweet Merapi
bersambung

07 April 2008

Mengenal Anthurium - part 3 -

Sebagian besar Anthurium memiliki serat daun yang tebal dan karakter fisik yang kuat. Misalnya saja bentuknya yang kompak, kokoh dan kaku. Jenis yang menjadi incaran para hobiis adalah Anthurium Jenmanii Cobra dan sejenisnya.

Penggila Anthurium mengatakan bahwa daya tarik Anthurium terletak pada BENTUK daun, WARNA daun dan TEKSTUR daun. Anda tak percaya ??!! jika kita amati lebih detail, Anthurium daun memang memiliki karakter yang khas dari daya tarik tersebut.

Bentuk daun yang dimiliki bermacam-macam, diantaranya bentuk jantung, oval, bulat, dan menjari. Tepi daunnya pun ada yang bergelombang, lurus dan berlekuk-lekuk.
Warna daunnya secara umum adalah hijau. Mulai dari hijau pekat, hijau pupus, hijau muda, kekuningan, bahkan ada yang hijau kehitaman.
Ragam TEKSTUR permukaan daun yang menarik diantaranya kaku dan keras, halus, berbulu, serta berkerut. Guratan dan pertulangan daun akan semakin kentara saat tanaman tumbuh dewasa. Daya tarik lainnya adalah hampir seluruh jenisnya tumbuh secara simetris, teratur dan tidak saling menumpuk. Itulah mengapa Anthurium dijuluki sebagai si RAJA DAUN. Iya dong,..bentuk dan penampilan daunnya itu begitu perkasa boo..kalo ada RAJA pasti ada RATUnya kan ??!! ya,..benar sekali. Pemilik julukan Si RATU DAUN adalah AGLAONEMA (seperti yang saya katakan tadi,...kita akan bahas di sesi yang lain,..OK)

Anthurium termasuk tipe tanaman yang mudah dirawat dan tidak ‘rewel’. Jadi bila Anda termasuk PEMULA dalam bisnis tanaman hias,..tak perlu khawatir,..karena Anthurium cukup mudah dalam pemeliharaan, pemupukan dan penyiramannya.

Mengenal ANTHURIUM - part 2 -

Nama Anthurium berasal dari bahasa Yunani yaitu anthos (bunga) dan oura (ekor). Sebutan bunga ekor itu tepat untuk anthurium sebab bunganya menyerupai ekor tertutup seludang berbentuk jantung. Meskipun bukan asli Indonesia, namun Anthurium sangat populer dibandingkan dengan tanaman hias lain. Contoh anthurium yang biasa kita jumpai di sekitar kita adalah “Kuping Gajah”....nah,..pasti tahu dong..jangan macem-macem lho,..itu termasuk anthurium. Tapi memang meredup sih pamornya setelah makin banyaknya varian anthurium maupun pergeseran trend tanaman hias itu sendiri.

Booming Anthurium benar-benar terasa mulai awal tahun 2006 lalu. Orang mulai tergila-gila untuk bisa memilikinya atau untuk ikut bergelut di bidang ini (...termasuk saya barangkali..ha.ha..) bahkan tanpa latar belakang memadai untuk menjadi petani tanaman hias. Jenis populer saat itu adalah Anthurium WAVE of LOVE atau GELOMBANG CINTA...iya,..betul sekali,..anda pasti tau apa yang saya maksud. Selain itu ada Anthurium Jenmanii dan Anthurium Hookerii. Ingin tau berapa kisaran harga jual mereka itu ? hmmm..saya takut mengatakannya,..mungkin anda tak akan percaya. Penasaran ??!! mari kita lihat beberapa contoh Anthurium pada gambar di bawah ini.




ini adalah jenis Anthurium Jenmanii Cobra yang masih remaja (sepertinya sih cobra tuh.he.he..tp bener kok,..ini terpercaya). Harganya ??!! ho.ho...paling tidak anda harus mengeluarkan sekitar lebih dari Rp 60 juta,- lho,..nggak percaya...




Kemudian ada lagi yang bergelombang daunnya, GELOMBANG CINTA seperti di bawah ini,





Jenis lain diantaranya adalah :
ini jenis Anthurium Jenmanii Mangkok Jaipong (ini sepertinya jenis hybrid/persilangan..dari induk Anthurium Jenmanii Mangkok dan Jaipong.
- bersambung-

Mengenal ANTHURIUM - part 1 -

Bagi para penggila tanaman hias tentu tak asing lagi dong dengan Anthurium . Memang sih, yang namanya bisnis apa pun pasti naik turun, tergantung trend pasar atau selera konsumen. Demikian juga dengan para petani dan pelaku bisnis Anthurium ini. Namun secara umum, berbisnis Anthurium SANGAT menjanjikan. Tapi tentunya harus disertai MINDSET dan mental yang positif dong. Bayangkan saja, saat trend Anthurium berada pada puncaknya, ada harga yang menyentuh hampir 1 miliar untuk 1 pot indukan Anthurium Jenmanii Cobra. Weleh weleh...ini yang gila siapa ya.....Hmmm...terkadang pasar memang tak masuk akal...but market is always right...(kata orang sono nih..)

OK, kali ini saya akan coba bahas tentang Anthurium.

Anthurium tumbuh di daerah Amerika Latin, Asia dan Afrika. Ia merupakan tipe tanaman yang tumbuh dengan baik di bawah pepohonan dan tidak terkena sinar matahari secara langsung (secara teori biasanya masih bisa menerima ± 25 % cahaya matahari), di lokasi dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl (di atas permukaan laut), dan di daerah dengan kelembaban rendah hingga sedang (oleh karena itu Anthurium sangat cocok untuk tanaman indoor). Media tumbuh yang ideal bagi Anthurium adalah media yang tidak tergenang air dan media yang porus. Porus ??!! tau kan,..ya pokoknya nggak banjir gitu deh potnya,..dan memiliki drainase yang baik agar air bisa mengalir dengan sempurna.

Anthurium termasuk dalam famili Araceae, dan masih sekerabat dengan Aglaonema maupun Philodendron (waduh,..apa lagi ini,...tenang,..kita bahas di sesi yang lain, sekarang kembali ke..lap top...ups,..anthurium). Anthurium merupakan tanaman bersemak, tumbuh tidak terlalu tinggi, dan tegak. Secara umum, Anthurium terbagi menjadi 2, yaitu Anthurium Daun dan Anthurium Bunga. Masing-masing memiliki jenis yang terus bertambah dari tahun ke tahun, dan memiliki kelebihan tersendiri. Namun, Anthurium daun memiliki nilai ekonomi yang lebih menjanjikan (tentu saja dengan mempertimbangkan hukum pasar - namanya juga tanaman hias, ya tergantung selera pasar-). Oleh karena itu, fokus kita adalah Anthurium daun.
- bersambung-
Google