Biji Anthurium diperoleh dari perkawinan antara serbuk sari dan putik. Proses ini bisa dilakukan dengan bantuan angin dan serangga. Namun, saat ini proses perkawinan sudah sering dilakukan dengan bantuan tangan manusia..(ingat ya,..manusia,..bukan yang lain.. ). Bahkan perkawinan silang (hibridisasi) juga semakin marak dilakukan petani anthurium. Tujuannya tentu saja untuk menghasilkan jenis baru yang lebih bagus.
Anthurium akan berbunga bila sudah cukup umur/dewasa (umur 2 – 2,5 tahun). Tanaman ini termasuk jenis BERUMAH SATU. Artinya, dalam satu bunga terdapat serbuk sari (jantan) dan putik (betina). Para petani anthurium biasanya mengatakannya dengan TONGKOL. Jika tanaman ini telah berTONGKOL, berarti ia sudah hampir mendekati masa perkawinan. Umumnya kematangan bunga jantan dan betina tidak terjadi secara bersamaan. Kondisi inilah yang memudahkan proses persilangan (perkawinan beda spesies/induk tanaman).
Ciri serbuk sari yang matang adalah berwarna kuning dan mudah rontok. Sementara putik yang matang ditandai dengan adanya lapisan lendir di permukaan tongkol tersebut. Lendir inilah yang disebut nektar atau madu.
Penyerbukan dapat dilakukan dengan mengusapkan atau menggosokkan jari dari ujung hingga pangkal tongkol (langkah pertama : usapkan kuas/jari kita ke serbuk sari ; kedua : setelah serbuk sari tersebut menempel di jari, baru kemudian usapkan pada tongkol yang berlendir dari ujung hingga pangkal tongkol secara merata). Cara yang efektif menurut para petani adalah dengan menggunakan tangan/jari kita sebagai media daripada menggunakan kuas atau kapas. Karena serbuk sari itu sangat mungkin untuk menempel di serabut kuas. Sebaiknya penyerbukan dilakukan tiga kali sehari dan dapat diulang selama seminggu. Waktu penyerbukan yang ideal sebaiknya jam 9 pagi sampai 12 siang. Namun hal ini juga tidak mengikat. Ada beberapa petani yang melakukan penyerbukan jam 6 pagi, dan tidak ada masalah sampai sekarang. Jadi terserah kepada Anda, karena kita bisa memilih beberapa alternatif yang ada sesuai dengan kebutuhan.
Ciri penyerbukan yang berhasil adalah tongkol terlihat gemuk dan muncul bintil-bintil kecil di sekujur tongkol (muncul bakal buah yang berisi biji). Penyerbukan yang gagal terjadi karena tanaman kurang pasokan air sehingga tongkol akan layu dan kering.
Dalam sekali perkawinan, bisa dihasilkan 200 – 1000 biji. Jumlah tersebut tergantung dari tingkat kematangan buah dan frekuensi penyerbukan. Buah yang sudah matang dipetik dan diambil bijinya. Caranya adalah dengan memencet daging buah yang merupakan lapisan luar penutup biji. Sebaiknya biji langsung disemaikan ke media tanam untuk mempercepat perkecambahan. Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan styrofoam, tray, atau bekas air minum kemasan. Jarak tanam sebaiknya 2 cm x 2 cm.
Berikut ini adalah contoh gambar tongkol dan buah yang sudah masak.

ini adalah tongkol yang mulai mekar (selundang/penutupnya mulai terbuka)
Nah,..ini adalah penyerbukan yang berhasil. Telah muncul bintil-bintil kecil dan jika hampir masak maka akan berwarna merah.
Jika sudah dalam kondisi ini, Anda bersiap untuk memanen biji.